Anime Sport Terbaik — Makamiung

#1. Haikyu!! Sinopsis Haikyu!! Seorang siswa SMP bernama Shōyō Hinata menyukai bola voli setelah menyaksikan sebuah pertandingan kejuaraan nasional di televisi. Meskipun memiliki tubuh yang pendek, dia menjadi bersemangat untuk mengikuti jejak pemain bintang di kejuaraan tersebut, yang dijuluki “Raksasa Kecil”, setelah melihat permainannya. Dia membuat klub bola voli dan berlatih sendirian. Tiga anggota lain bergabung […]

melalui Anime Sport Terbaik — Makamiung

Anime Sport Terbaik

#1. Haikyu!!

 maxresdefault

Sinopsis Haikyu!!

Seorang siswa SMP bernama Shōyō Hinata menyukai bola voli setelah menyaksikan sebuah pertandingan kejuaraan nasional di televisi. Meskipun memiliki tubuh yang pendek, dia menjadi bersemangat untuk mengikuti jejak pemain bintang di kejuaraan tersebut, yang dijuluki “Raksasa Kecil”, setelah melihat permainannya. Dia membuat klub bola voli dan berlatih sendirian. Tiga anggota lain bergabung pada tahun terakhirnya di SMP, membuat Hinata membujuk 2 temannya dari klub olahraga lain untuk bergabung agar dapat mengikuti turnamen. Mereka dikalahkan pada pertandingan pertama oleh tim favorit juara, dihuni oleh pemain yang dijuluki “Raja Lapangan” Tobio Kageyama. Walaupun menderita kekalahan yang menyedihkan, Hinata bersumpah akan melampaui dan mengalahkan Kageyama. Hinata memasuki SMA Karasuno dengan harapan untuk bergabung dengan klub bola voli mereka. Sial baginya, orang yang sangat ingin ia lampaui muncul sebagai rekan tim barunya.

#2. Dinamond no Ace:Anime.png

Sinopsis Dinamond no Ace:

Cerita ini berkisah tentang perjalana Sawamura Eijun, seorang “pitcher” yang berharap menjadi Ace (Pemain Andalan) dan bergabung dengan sekolah elit yaitu Seido dengan seorang “catcher” brilian bernama Miyuki Kazuya. Bersama dengan seluruh anggota tim, mereka berusaha untuk memenangkan kejuaran Nasional Jepang yang terkenal yaitu ” Koushien” dengan tekat dan determinasi yang tinggi.

#3. Kuroko no BasukeHorribleSubs-Kurokos-Basketball-09-720p.mkv_snapshot_07.27_2012.06.03_23.34.17.jpg

Sinopsis Kuroko no Basuke

SMP Teikou memiliki klub basket yang memiliki pemain tangguh dan berbakat yang telah mengalahkan banyak sekolah dan memenangi banyak pertandingan-pertandingan. Pemain inti tersebut disebut “Generation of Miracles”(Kiseki No Sedai). Setelah mereka semua lulus dari sekolah tersebut, masing masing dari mereka pergi ke SMA yang berbeda satu sama lain yang memiliki prestasi di klub basket sebelumnya. akan tetapi ada satu lagi pemain yang juga merupakan “Generation of Miracles”, Sang Bayangan Keenam (The Phantom Sixth Player). Pemain keenam ini sekarang menuju SMA Seirin sebagai anak kelas satu. Sekarang, Tetsuya Kuroko, Sang Bayangan Keenam dari “Generation of Miracles” dan Kagami Taiga, yang merupakan pemain berbakat yang menghabiskan masa SMP-nya di Amerika, ingin membawa Seirin menjadi yang terbaik di Jepang, dengan mengalahkan “Generations of Miracles” satu-persatu.

#4. Baby StepsBabyS_01_2.jpg

Sinopsis Baby Steps

Maruo Eichiro (Ei-chan), seorang siswa teladan kelas 1 SMA. Hari2nya hanya belajar & ikut organisasi sekolahnya saja. Suatu hari dia merasa tidak senang dengan kehidupannya sekarang dan merasa kurang berolahraga. Ibunya merekomendasikan bwt bergabung dg Club tennis. Kemudian dia mutusin bwt liat2 club tsb & dia langsung tertarik, terutama setelah dia liat Natsu (cewek paling cakep disekolahnya) sedang latihan di club tsb. Tanpa berbekal pengalaman dan tidak punya kemampuan fisik yg oke, dia mutusin bwt gabung dg Club tsb. Bagaimana yak petualangan Maruo dlm dunia pertenisan selanjutnya?:

#5. One Outs

main

Sinopsis One Outs

“One Outs” adalah sebuah pertandingan bisbol antara batter melawan pitcher dengan menggunakan uang sebagai bahan taruhannya.
Dalam permainan itu, Toua Tokuchi adalah seorang pitcher terkenal yang mengaku tidak pernah kalah sekali pun dari batter. Hiromichi Kojima
adalah pemain andalan dari Lycaons, tim lemah yang selalu langganan menduduki peringkat paling bawah klasemen. Untuk memperkuat tim
sebelum liga digelar, Kojima mengadakan sebuah pelatihan kecil di Okinawa. Di sanalah ia mendengar kabar tentang “One Outs”, Tokuchi,
dan kemudian menantangnya bertanding. Dalam pertandingan antara Kojima dan Tokuchi, bukan uang yang mereka pertaruhkan,
melainkan masa depan Kojima sebagai pemain bisbol serta lengan Toua Tokuchi sebagai taruhannya. Tanpa diketahui siapa pun,
hasil pertandingan tersebut akan menentukan nasib tim Lycaons.

#6. Yowamushi PedalyowamushipedalliveactionFI.jpg

Sinopsis Yowamushi Pedal

Sakamichi Onoda adalah seorang otaku yang ceria (otaku = maniak anime) yang ingin bergabung dengan klub anime disekolah barunya, ia bersemangat untuk mendapatkan banyak teman yang memiliki kegemaran yang sama dengannya. Sayangnya, klub itu telah dibubarkan dan ia memutuskan untuk menghidupkan kembali klub itu dengan mencari siswa yang bersedia untuk bergabung.

Onoda pergi ke Akihabara setiap akhir minggu yang menempuh perjalanan hingga 90 kilometer dengan menggunakan sepeda tua untuk memenuhi hasrat otaku nya sejak ia duduk di bangku kelas 4 SD. Sekarang tahun pertamanya Onoda berada di bangku SMA ia bertemu dengan Shunsuke Imaizumi, seorang pengendara sepeda yang bertekad menggunakan bukit curam sekolah untuk latihan. Suatu hari Imaizumi Terkejut melihat kemampuan Onoda yang mendaki bukit curam itu dengan menggunakan sepeda tua yang mustahil dilakukan oleh orang biasa, sebagai seorang pembalap Imaizumi menantang Onoda untuk balapan, Imaizumi bertaruh jika ia kalah di balapan ini ia akan bergabung dengan klub anime yang sedang diperjuangkan oleh Onoda

#07. Giant Killing

 tatsumi__takeshi___giant_killing_by_uchiha_itasuke-d7ruhd6.png

Sinopsis Giant Killing

Tatsumi yang dulunya pemain sepak bola menjadi seorang pelatih untuk klub amatir. Berkat bimbingan , klub amatir pun dapat mengalak time lit di pertandingan. Untuk alas an itulah pulah, Gato dan Yuri mencari Tatsumi, karena ingin Taksumi melatih sepak bola di ETU. Apakah klub amatir di Inggris akan membiarakan Taksumi pergi? Dan apakah Tatsumi akan di terima kembali di Jepang setelah  pergi begitu saja untuk melatih Inggris?

#08. Days ( TV )

 days-tv-thumb-3.jpg

Sinopsis Days ( TV )

Menceritakan mengenai kisah dua anak laki-laki yang mana mereka berdua bernama Tsukushi dan juga Jin. Tsukushi adalah seorang anak yang memiliki sebuah bakat khusus yang tidak dimiliki oleh anak-anak lain, dan sedangkan Jin merupakan seorang anak yang memiliki kejeniusan terhadap bidang sepak bola.

#09. Initial D

 

anime sport terbaik rekomendasi yang wajib ditonton 11.jpg

Sinopsis Initial D

Dua pembalap jalan gunung, Nakazato dan Takahashi, menantang satu sama lain untuk mencari pembalap terbaik, dan mengalahkan mereka di balapan. Nakazato secara mengejutkan satu malam dikalahkan oleh Toyota Trueno AE86 tua, dan ia mencari orang yang mengalahkan dia, yang membawanya ke Speedstars, tim lokal.

Tapi mobil yang mengalahkan dia sebenarnya dikendarai oleh putra pemilik toko Tahu lokal, Takumi Fujiwara, yang sadar menyempurnakan seni balap gunung melalui pengiriman harian tahu. Takumi mampu mengalahkan Nakazato lagi, menunjukkan bahwa ia tidak kebetulan.

Namun, kemenangan tidak membantunya kehidupan di rumah, seperti ayahnya, Bunta Fujiwara, adalah seorang pemabuk. Pacarnya Natsuki Mogi ingin perhatiannya meskipun dia punya rahasia gelap dan memalukan, dan sahabatnya Itsuki ingin Takumi mengajarinya balap jalanan setelah membeli mobil yang salah.

#09. Over Driver

 Over_Drive_by_planetaextremo.png

Sinopsis Over Driver

Cerita dimulai dengan FlashForward ke Tour de France, di mana Mikoto Shinozaki akan menjadi juara pertama Jepang.Waktu sebelum ini, dan sambil merasakan naksir mendalam pada Yuki Fukazawa, Mikoto kemudian memutuskan untuk masuk ke klub bersepeda SMA-nya sebagai saran Fukuzawa, meskipun dia tidak pernah berlatih olahraga apapun sebelumnya. Ironisnya, pemimpin klub adalah Yousuke, saudara Fukuzawa lebih tua dan pembalap jalan terkenal dari kotanya. lama bersepeda mitra Yousuke dan wakil presiden klub Kouichi Terao melihat di Shinozaki semua potensi dan keberanian yang diperlukan untuk menjadi legenda jalan bersepeda.Selama drive adalah kisah tentang bagaimana Mikoto Shinozaki menjadi tertarik bersepeda dan semua pasang surut ia harus hidup untuk mendapatkan impiannya menjadi juara Tour de France yang menjadi kenyataan.

Contoh Soal Polygon

 

Soal 1

Suatu poligon tertutup yang diikatkan pada suatu koordinat awal  dimana X1  =  10 m dan Y1 = -5 meter sedangkan azimuth awalnya 145o maka apabila didapatkan hasil pengukuran sudut sbb : β1 = 92o30’20“ ; β2 = 89o20’10“ ; β3 = 91o10’10“ ; β4 = 86o59’10“ dan  d1-2 = 52 meter , d2-3 = 50 meter , d3-4 = 58 meter , d4-1 = 50 meter. Maka hitunglah koordinat titik-titik yang lain.

 

Jawab

Langkah perhitungan :

  1. Jumlahkan sudut hasil ukuran untuk mendapatkan koreksi sudut dengan menggunakan rumus 9.6.

Syarat sudut :

=  92o3020 +  89o2010 +  91o1010 +  86o5910  = 359o5950

berarti poligon tersebut adalah poligon tertutup yang diukur sudut dalamnya karena jumlah sudutnya tidak lebih besar dari (n-2) 180o.

0 = 359o5950 – ( 4 – 2 ) 180 + fβ

fβ  =  + 10

jadi koreksi masing-masing sudut adalah :

b1     =   92o30’20“ + 3“ =  92o30’23“

b2   =   89o20’10“ + 3“ =  89o20’13“

b3   =   91o10’10“ + 2“ =  91o10’12“

b4   =   86o59’10” + 2“ =  86o59’12“

 

  1. Hitunglah azimuth masing-masing arah dengan rumus :

       j12 = j23  ±  180º ± b

Dimana :

b = sudut yang sudah dikoreksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 9.6 : Geometri Untuk Mencari Azimuth

 

Dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Harga ± 180º dapat dipilih (+) atau (-), hasilnya akan sama saja.

Harga ± b : – dipakai tanda (+) bila sudut b berada di kiri garis 1-2-3 dipakai tanda (-) bila sudut b berada di kanan garis 1-2-3

  • Bila azimuth lebih besar dari 360°, maka harus dikurangi 360°
  • Bila azimuth lebih kecil dari 0°, maka harus ditambah 360°

j12  = j23  ±  180º ± b2

j23  = j12  ±  180º ±b2   =    145o00’00” + 89o20’13“ – 180o  =   54o20’13“

j34  = j23  ±  180º ± b3  =     54o20’13“ + 91o10’12“ – 180o  =  325o30’25“

j41  = j34  ±  180º ± b =   325o30’25“ + 86o59’12“ – 180o  =  232o29’37“

j12  = j41  ±  180º ± b1    =  232o29’38“ + 92o30’23 “ – 180o =  145o00’00“

 

  1. Hitunglah selisih absis (∆X ) dan selisih ordinat ( ∆Y )
    • Selisih Absis :

d12  sin  φ12  =   52  sin  145o00’00“ =    29,826

d23  sin  φ23  =   50  sin    54o20’13“ =    40,623

d34  sin  φ34  =   58  sin  325o30’26“ =  – 32,846

d41  sin  φ41  =   50  sin  232o29’38“ =  – 39,664

  • Selisih Ordinat :

d12  cos  φ12   =  52  cos  145o00’00“ =  – 42.596

d23  cos  φ23   =  50  cos    54o20’13“ =    29,151

d34  cos  φ34   =  58  cos  325o30’26“ =    47,803

d41  cos  φ41   =  50  cos  232o29’38“ =  – 30,442

 

  1. Hitung salah penutup absis dan salah penutup ordinat.
    • Selisih Absis :

0 =  ∑ d sin φ  + fx

sehingga  fx =  2,061, koreksi ini dibagi rata berdasarkan jarak, maka didapatkan ∆ x untuk masing-masing absis :

∆ x12  = (x fx) + d12  sin  φ12

= ( x  2,061387) +   29,826     =   30,336

∆ x23 = ( x  2,061387) +   40,623     =   41,114

∆ x34 = ( x  2,061387) + – 32,846     = – 32,277

∆ x41  = ( x  2,061387) + – 39,664     = – 39,174

  • Selisih Ordinat :

0  =  ∑ d cos φ  + fy

sehingga  fy = – 3,916, koreksi ini dibagi rata berdasarkan jarak, sehingga ∆y untuk masing-masing ordinat :

∆ y12 = ( x fy ) + d12 cos φ12

=  ( x -3,915712) + – 42,596  =  – 43,566

∆ y23 =  ( x – 3,915712) +   29,151  =    28,219

∆ y34 =  ( x  – 3,915712) +   47,803 =    46,722

∆ y41 =  ( x  – 3,915712) + – 30,442  = – 31,375

  1. Hitung koordinat masing-masing titik.
    • Absis (X) : X1   =   10,000 meter

X2   =  X1  +  ∆ x12   =   10,000 +  30,336         =    40,336

X3   =  X2  +  ∆ x23   =   40,336 +  41,114         =    81,450

X  =  X3  +  ∆ x34   =   81,450  –  32,277         =    49,174

X1   =  X4  +  ∆ x41   =   49,174  –  39,174         =    10,000

  • Ordinat (Y) : Y1 =  –  5,000 meter

Y2  =  Y1  +  ∆ y12   =  –   5,000 –   43,566        =  – 48,566

Y3   =  Y2  + ∆ y23    =  – 48,566 +  28,219        = –  20,347

Y4   =  Y3   + ∆ y34   =  – 20,347 +  46,722        =    26,375

Y1   =  Y4  + ∆ y41  =      26,375  – 31,375         = –   5,000

Toleransi Pengukuran :

  1. Sudut

Andaikan  i   =  10“ maka , toleransinya adalah   = 20”

fβ  =  10“ masih masuk toleransi

  1. Jarak

=

=

Koreksi tidak masuk toleransi karena lebih besar dari

Soal 2

Suatu poligon terbuka yang diikatkan pada titik awal  A (60.115 ; 90,227) dan titik akhir B (-8,145 ; 207,991) , sedangkan φawal   = 359o18’06“  dan  φakhir  = 183o28’56“ apabila didapatkan data  : β1 = 207o47’13“  ; β2 =  145o35’22“ ; β3 = 143o29’37“ ; β4 = 88o55’09“ ;  β5 = 138o23’20“  dan   dA-1  = 63 meter, d1-2  = 60 meter , d2-3  = 62 meter , d3-4 = 58 meter , d4-5 = 61 meter , d5-B  = 59 meter.

Hitunglah koordinat titik 1, 2, 3, 4 dan 5.

Jawab :

Langkah perhitungan :

  1. Jumlahkan sudut hasil ukuran untuk mendapatkan koreksi sudut dengan memasukkan pada rumus :

Syarat sudut :

183o 28’56”  –  359o18’06”       = 724o10’41” – (5 x  180o) ±  fβ

– 175o49’09“  =  724o10’41” – 900o ±  fβ

                               fβ       =  – 10”

koreksi masing-masing sudut  =  = 2“

b1     =   207o47’13“  +  2“  =  207o47’15“

b2    =   145o35’22“ +  2“  =  145o35’24“

b3    =   143o29’37“ +  2“  =  143o29’39“

b4    =   88o55’09“    +   2“ =   88o55’11“

b5    =   138o23’20“  +   2“ =  138o23’22“

  1. Hitunglah azimuth masing-masing arah dengan rumus :

j12 = j23  ±  180º ± b

jA1  =  359o1806”

j12  = jA1   ±  180º ± b1 =   359o18’06“   + 207o48’15“ – 180o  =  27o06’21“

j23  = j12   ±  180º ±b2  =    27o06’21“   + 145o35’24“ – 180o  = 352o41’44“

j34  = j23  ±  180º ± b3  =   352o41’44“  + 143o29’39“ – 180o  = 316o11’24“

j45  = j34  ±  180º ± b 4 =   316o11’24“  + 88o55’11“   – 180o = 225o06’35“

j5B  = j45  ±  180º ± b 5 =   225o06’35“  + 138o23’22“ – 180o  = 83o28’56”

 

  1. Hitunglah selisih absis (∆X ) dan selisih ordinat (∆Y )
  • Selisih Absis :

dA1  sin  φA1 =   63 sin  359o18’06”          = –  0,768

d12  sin  φ12 =   60 sin    27o06’21”         =   27,338

d23  sin  φ23 =   62 sin  352o41’44”          = –  7,883

d34  sin  φ34 =   58 sin  316o11’24”          = – 40,152

d45  sin  φ45 =   61 sin  225o06’35”          = – 43,216

d5B  sin  φ5B           =   59 sin  183o28’56”          = –   3,584

  • Selisih Ordinat :

dA1  cos  φA1  =   63 cos 359o18’06”        =   62,995

d12  cos  φ12  =   60 cos   27o06’21”        =   53,410

d23  cos  φ23  =   62 cos 352o41’44”        =   61,497

d34  cos  φ34  =   58 cos 316o11’24”        =   41,855

d45  cos  φ41  =   61 cos 225o06’35”        = – 43,051

d5B  cos  φ5B  =   59 cos 183o28’56”        = – 58,891

 

 

  1. Hitung salah penutup absis dan salah penutup ordinat.
  • Selisih Penutup Absis :

Xakhir  – Xawal          =  ∑ d sin φ ± fx

– 8,145 – 60,115     = –  68,263719 ± fx

                 fx         =   0,003719

∆ xA1 = ( x fx) + dA1 sin φA1

= ( x 0,003719) – 0,768 = – 0,767

∆ x12 = ( x  0,003719) + 27,338      =   27,339

∆ x23  = ( x  0,003719)  – 7,883         = –  7,882

∆ x34 = ( x  0,003719)  – 40,152       = -40,151

∆ x45  =  ( x  0,003719 ) – 43,216      = -43,215

∆ x5B =  ( x  0,003719) – 3,584         = –  3,583

  • Selisih Penutup Ordinat :

Y akhir  – Yawal                                 =  ∑ d cos φ   ±   fy

207,992 – 90,227    =   117,815334  ±  fy

                 fy        = – 0,050336

∆ yA1 = ( x  fy) + dA1  cos  φA1

= ( x – 0,050336)   + 62,995              =  62.986

∆ y12 = ( x  – 0,050336)  +  53,410   =  53,402

∆ y23 = ( x  – 0,050336)  +  61,497   =  61,488

∆ y34 = (  x  – 0,050336) +  41,855  =  41,847

∆ y45 = ( x  – 0,050336)  –  43,051    = -43,059

∆ y5B                 = ( x  – 0,050336)  –  58,891    = -58,899

 

  1. Hitung koordinat masing-masing titik.
  • Absis (X) : XA   =   60,115  meter

X1  = XA  +  ∆ x1A   = 60,115   –    0,767 =   59,348

X2 =  X1  +  ∆ x12     = 59,348  +  27,339 =   86,687

X3 =  X2  +  ∆ x23    = 86,687   –    7,882 =   78,805

X4 =  X3  +  ∆ x34    =  78,805  –  40,151  =   38,654

X5 =  X4  +  ∆ x45    = 38,654   – 43,215   = –  4,561

XB =  X5  +  ∆ x5B  = – 4,561  –   3,584            = –  8,145

  • Ordinat (Y) : YA  =  90,227 meter

Y1  =  YA  +  ∆ yA1   =   90,227 +  62.986 =   153,213

Y2  =  Y1  +  ∆ y12   =  153,213 +  53,402         =   206,615

Y3  =  Y2  +  ∆ y23    = 206,615 +  61,488 =   268,103

Y4 =  Y3   +  ∆ y34   = 268,153 +  41,847 =   309,950

Y5 =  Y4  +  ∆ y45      = 309,950  –  43,059 =   266,891

YB =  Y+  ∆ y5B      = 266,891  –  58,899 =   207,992

 

Toleransi Pengukuran :

  1. Sudut :

Andaikan  i   =  5” maka , toleransinya adalah   = 11,18”

  =  10” masih masuk toleransi

 

  1. Jarak :

=

=

0,0837  ›   → tidak masuk toleransi

Soal 3 – Beda Tinggi

 

Dari hasil pengukuran didapat beda tinggi sebagai berikut :

A  ke 1 =  +  0,437 3  ke  4 =  +  0,269
1  ke  2 =  +  0,871 4  ke  5 =  –  0,377
2  ke  3 =  –  0,345 5  ke  6 =  +  0,561

Bila diketahui tinggi titik A  =  + 100 meter diatas MSL, hitunglah tinggi titik-titik 1,2,3,4,5, dan 6

Jawab :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Soal 4 – Beda Tinggi

 

Pengukuran waterpas  jaring tertutup A-B-C-D-E, dimana data pengukuran adalah sebagai berikut :

Route Beda tinggi (m) Jarak (m)
1 ke 2

2 ke 3

3 ke 4

4 ke 5

5 ke 1

+ 1,635

– 2,376

+ 0,841

+ 1,355

+ 0,273

120

110

120

90

100

 

Bila diketahui elevasi titik 1 adalah  50  meter diatas MSL, hitung elevasi 2,3,4 dan 5 setelah dikoreksi.

Jawab :

Kesalahan penutup tinggi:

m  =  0,0046 m

Total jarak :

m   =  540  m

Koreksi 1 ke 2          kesalahan penutup tinggi

=m

Koreksi 2 ke 3          kesalahan penutup tinggi

=m

Koreksi 3 ke 4           =m

Koreksi 4 ke 5          =m

Koreksi 5 ke 1          =m

Sehingga :

Elevasi 1 = 50 m

Elevasi 2 = elevasi 1 +  Dh1¢  =  50,000 + 1,635  –  0,010   =  51,625

Elevasi 3 = elevasi 2 +  Dh2¢  =  51,625  – 2,376  –  0,009   =  49,246

Elevasi 4 = elevasi 3 + Dh3¢   =  49,246  – 0,841  –  0,010   =  48,389

Elevasi 5 = elevasi 4 + Dh4¢   =  48,389  –  1,355  –  0,008  =  49,736

Elevasi 1 = elevasi 5 + Dh4¢   =  49,736  –  0,273  –  0,009  =  50,000

 

Pengertian dan Definisi Baja

BAB I PENGERTIAN Baja adalah bahan komoditas tinggi, terdiri dari Fe dalam bentuk ltimat dan karbon. Besarnya ltima karbon adalah 1,6 %. Pembuatan baja dilakukan dengan pembersihan dalam ltimatere tinggi. Besi mentah tidak dapat ditempa. Pembuatan baja dilakukan menurut proses dapur tinggi dengan bahan mentahnya biji Besi (Fe) dengan Oksigen (O) dan bahan-bahan lainnya. Biji […]

melalui Pengertian Stuktur Baja — Judul Situs

Pengertian Stuktur Baja

BAB I

PENGERTIAN

Baja adalah bahan komoditas tinggi, terdiri dari Fe dalam bentuk ltimat dan karbon. Besarnya ltima karbon adalah 1,6 %. Pembuatan baja dilakukan dengan pembersihan dalam ltimatere tinggi. Besi mentah tidak dapat ditempa. Pembuatan baja dilakukan  menurut proses dapur tinggi dengan bahan mentahnya biji Besi (Fe) dengan Oksigen (O) dan bahan-bahan lainnya. Biji besi yang baik berkadar Fe atau Besi ± 60%, yang dinamakan dapur tinggi adalah dapur corong yang tingginya 20 – 30 meter dan bagian bawahnya diberi lapisan batu tahan api. Didalam dapur ini besi dipecahkan dari persenyawaan dan sebanyak mungkin dipisahkan dari mineral lain.[1]

Baja berasal dari biji-biji besi yang telah melalui proses pengolahan ditempa untuk berbagi keperluan. Besi yang murni adalah suatu logam putih kebiruan, selunak timah hitam dan dapat dipotong dengan pisau. Disamping besi, baja juga mengandung sedikit zat arang ©, Silikon (Si), Mangan (Mn), Posfor (P) dan Belerang (S). Sifat baja adalah memiliki ketangguhan yang besar dan sebagian besar tergantung pada cara pengolahan dan campurannya. Titik lelehnya sekitar 1460°-1520°c, berat jenisnya sekitar 7,85 dan angka pengembangannya tiap 1°c.

Pengaruh C, Si dan Mn dalam campuran besi memberikan pengaruh yang baik pada kualitas baja. Kualitas baja menjadi buruk apabila dalam campuran tersebut banyak terdapat P dan S. pada biji-biji besi yang belum diolah kadar C, Si, Mn dan S adalah sebanyak 4 %. Jadi baja adalah bahan besi yang kebersamaannya tinggi, terjadi terutama dari Fe, ltimat dan C. Pada umumnya jenis-jenis baja bangunan terbagi dua macam yaitu :

  1.          Baja Wals (giling) tidak dengan campuran logam.
  2.          Baja Wals dengan campuran logam.

Baja yang digunakan untuk bahan bangunan adalah baja yang berupa batangan dan plat yang digunakan untuk pembuatan bangunan seperti rumah tinggal, bangunan ltima, jembatan dan lain-lain. Konstruksi rangka baja adalah suatu konstruksi yang dibuat dari susunan batang-batang baja yang membentuk kumpulan-kumpulan segi tiga, dimana tiap pertemuan bebarapa batang disambung pada plat pertemuan/simpul dengan menggunakan alat sambung.

Penggunaan konstruksi rangka baja untuk bangunan, diantaranya adalah untuk: kuda—kuda, ikatan angin, jembatan rangka, tiang transmisi dan menara air. Jenis-jenis baja untuk bangunan biasanya diberi nomor yang sesuai dengan ultimatenya. Jenis baja yang banyak dipakai adalah St 37 dan St 52. Baja jenis St 37 mempunyai tegangan ltimate sebesar 3700 Kg/cm2. Baja jenis St 52 mempunyai tegangan ultimate sebesar 5200 Kg/cm2.

BAB II

LATAR BELAKANG SEJARAH

STRUKTUR BAJA

Pemakaian Logam sebagai bahan struktur dimulai dari besi tuang yang dituangkan pada pelengkung dengan bentang 100 ft (30 m) yang dibangun di Inggris pada tahun 1777-1779. Sejumlah jembatan besi tuang dibangun selam periode tahun 1780-1820, yang kebanyakan berbentuk busur dengan gelegar induk yang terdiri dari potongan besi tuang individual (berupa balok atau rangka batang). Besi tuang juga dipakai untuk rantai pada jembatan gantung (susupension bridges) sebelum tahun 1840.

2.1. Penggunaan besi sebelum baja digunakan

Besi tempa mulai menggantikan besi tuang setelah tahun 1840. Contoh tertua yang terpenting adalah jembatan Britania di Selai Menai, Wales, yang dibangun pada tahun 1846-1850. Ini merupakan jembatan balok tubular (berpenampang tertutup) dengan bentang 230-460-460-230 ft (70-140-140-70 m) yang dibuat drai plat dan siku besi tempa.

Proses penggilingan berbagai profil dikembangkan pada saat besi tuang dan besi tempa banyak digunakan. Batang bulat diproduksi dalam skala besar mulai tahun 1780. Pembuatan rel besi kereta api dimulai pada tahun 1820 dan dikembangkan menjadi profil I pada tahun 1870.

Perkembangan proses Bessemer (1855), penyempurnaan Konvertor Bessemer (1870), dan kapur alas terbuka memperluas pemakaian produk bijih besi sebagaibahan bangunan. Sejak tahun 1890 baja menggantikan besi tempa sebagai bahan bangunan logam utama. Tahun 1979 baja untuk bahan struktur memiliki tegangan leleh yang berkisar dari 24.000 sampai 100.000 pon per inci persegi, psi (165 sampai 690 megapascal MPA).[1]

BAB III

STRUKTUR BAJA

Struktur bisa dibagi atas tiga kategori umum : (a) struktur rangka (frame structure), yang elemennya bisa terdiri dari batang tarik; kolom, balik dan batang yang mengalami gabungan lenturan dan beban aksial; (b) struktur selaput (shell), yang tegangan aksialnya dominan; dan (c) struktur gantung (suspension), yang sistem pendukung utamanya mengalami tarikan aksial yang dominan.[1]

A . Struktur Rangka

Gedung bertingkat banyak biasanya terdiri dari balok dan kolom yang disambung secara kaku atanu dengan sambungan ujung sedrhana bersama sokongan (bracing) diagonal untuk stabilitas. Bangunan industri dan bangunan satu tingkat sepert gereja, sekolah dan arena umumnya bisa berupa struktur rangka secara keseluruhan atau sebagian. Sistem atap khususnya bisa berupa himpunan rangka batang bidang, rangka batang ruang,kubah,atau sebagai  bagian dari portal kaku datar atau miring.                                                                          

3.1. Struktur Rangka

Jembatan umumnya merupakan struktur rangka, seperti balok dan gelegar plat atau rangka batang, yang biasanya menerus.

B .  Struktur Selaput

Pada jenis struktur ini, selaput memiliki fungsi pemakaian disamping ikut mendukung beban. Salah satu yang jenis tegangan utamanya bersifat tarik adalah tempat penyimpanan cairan (baik yang bersuhu tinggi maupun rendah), misalnya tangki air di atas tanah. Silo, tangki dan badan kapal merupakan contoh lainnya. Banyak struktur selaput merupakan gabungan dari struktur rangka dan selaput.

Pada dinding dan atap datar, elemen “penutup” (skin) bisa mengalami tekanan bila bekerja sama dengan kerangkanya. Badan pesawat adalah contohnya.

Struktur jenis selaput biasanya direncanakan oleh ahli-ahli khusus.                                                

3.2. Struktur Selaput

   C . Struktur Gantung

Pada struktur gantung, kabel tarik merupakan elemen pendukung paling utama. Biasanya subsistem dari struktur tersebut terdiri dari struktur rangka, seperti rangka batang pengaku untuk jembatan gantung. Karena elemen tarik adalah elemen paling efisien untuk memikul beban, struktur yang memanfaatkan konsep ini sekarang banyak digunakan.

Banyak struktur istimewa yang dibuat dari kombinasi struktur rangka selaput dan gantung telah dibangun. Namun, perencana umumnya harus memahami prinsip perencanaan dan kelakuan struktur rangka.

BAB IV

SIFAT—SIFAT BAJA

Sifat-sifat umum baja yaitu teristimewa kekakuannya dalam berbagai macam keadaan pembebanan atau muatan, terutama tergantung dari :

*            Cara meleburnya

*            Jenis dan banyaknya logam campuran

*            Proses yang digunakan dalam pembuatan.

  1.  Dalil I

Besi murni tidak mempunyai sifat-sifat yang dibutuhkan untuk dipergunakan sebagai bahan penanggung dari konstruksi. Untuk mendapatkan sifat-sifat yang istimewa kadsang-kadang ditambahkan juga logam lain, seperti: Cr, N, Mo, dll. Baja yang digunakan dalam bentuk sekarang termasuk apa yang dikamakan baja bangunan. Sifat-sifat baja yang paling utama untuk diketahui adalah :

*       Sifat kekuatan, artinya baja itu mempunyai kekuatan tinggi untukmenahan tank, tekan, lenturan dan geseran.

*       Sifat keteguhan (solidity), yaitu batas dari tegangan-tegangan dalam, dimana perpatahan mulai berlangsung berarti daya lawan terhadap tarikan, tekan atau lenturan.

*       Sifat elastisitas, artinya sampai batas tertentu bahan baja mengalami pembebanan dan akibat pembebanan tersebut akan kembali pads bentuk semula atau dapat dikatakan pula sebagai kesanggupan dalam batas-batas tertentu sesudahnya, pembebanan, ditiadakan, kembali pada bentuk semula.

*       Sifat kekenyalan, artinya kesanggupan untuk menerima perubahan-­perubahan bentuk yang besar tanpa menderita kerugian berupa cacat­cacat atau kerusakan yang terlihat dari luas dan dalam jangka pendek sebelum patah masih bisa berubah bentuk dengan baik.

*       Sifat dapat ditempa, sifat pada keadaan lembek/pijar karena dipanasi mudah ditempa, sehingga dapat diubah bentuknya tetapi pada keadaan dingin, sifat kekuatannya tidak berubah.

*       Sifat kekerasan (hardness), artinya tidak mudah mengalami cacat jika terkena benturan, jadi bahan baja ini cukup keras tetapi elastis dimana kekuatan melawan terhadap masuknya benda lain didalamnya.

*       Sifat kemungkinan dilas, sifat dalam keadaan panas dapat digabungkan satu sama lain dengan memakai atau tidak memakai bahan tambahan, tanpa merugikan sifat-sifat keteguhannya.

  1.   Dalil II

Dalam praktek ada suatu hal yang sangat penting bahwa sifat-sifat konstruksi dapat berarti runtuhnya seluruh konstruksi, oleh karena itu :

*       Penentuan syarat-syarat minimum harus dimuat didalam seluruh kontrak pemesanan, pembelian atau penyerahan bahan.

*       Garansi tentang meratanya sifat-sifat itu harus didapatkan dengan dilakukannya pengujian pada waktu penyerahan bahan.

*       Tuntutan-tuntutan yang tinggi, tetapi tidak perlu benar sebab bahan bernilai tinggi itu lebih mahal atau tidak ekonomis.

*       Sifat sifat yang kita kehendaki harus ada bukan saja pada waktu penerimaan bahan tetapi juga harus tetap ada pada waktu sudah dikerjakan, yaitu setelah dipotong, digergaji, dibor, ditempa, dibengkokkan, dan lain-lain.

  1.   Dalil III

Pengetahuan yang tepat dari sifat-sifat dan kekakuan baja bangunan dalam keadaan pembebanan yang bermacam-macam itu menjadi dasar pekerjaan dari seorang arsitek, statiker, kontruksi dan insinyur-insinyur dipabrik Perilaku Baja atau tempat pekerjaannya.

SIFAT-SIFAT BAJA

  1.      BAJA STRUKTURAL

Selama pengenalan baja struktural sebagai bahan bangunan utama hingga tahun 1960, baja yang dipakai adalah baja karbon (carbon steel) dengan sebutan baja ATSM (American Society for Testing and Materials) A7, dan emmpunyai tegangan leleh minimum yang ditetapkan (minimum specified yield stress) sebesar 33 ksi. Banyak perencana hanya menyebutnya sebagai “baja” tanpa petunjuk lain dan spesifikasi AISC hanya menentukan tegangan ijin dan prosedur untuk jenis baja A7. Baja struktural yang lain, seperti baja paduan (alloy) rendah khusus tahan karat (A242) dan baja yang lebih mudah dilas (A373), telah ada di pasaran tetapi masih jarang dipergunakan untuk gedung. Perencanaan jembatan kadang-kadang memakai baja tersebut.

Tahun 1979, banyaknya baja yang tersedia memungkinkan seorang perencana menaikkan kekuatan bahan pada daerah yang tegangannya besar, sehingga tidak perlu memperbesar ukuran batang. Perencana dapat memutuskan berdasarkan mana yang lebih disukai, kekakuan maksimum atau berat teringan. Sifat tahan karat (untuk menghindari seringnya terjadi pengecatan)  juga dpat merupakan faktor yang penting. Beberapa baja sekarang dioksidasi untuk membentuk lapisan pelindung yang padat. Lapisan ini mencegah oksidasi (korosi atau karat) lebih lanjut dan mempunyai tekstur yang rata dengan warna

merah-coklat tua yang menarik. Karena pengecatan tidak diperlukan, baja seperti ini (diebut baja lapuk/weathering steel) mungkin lebih ekonomis walaupun biaya awalnya agak lebih mahal daripada bja karbon tradisional.

Baja tertentu memiliki sifat kemampuan dilas yang lebih baik; beberapa lainnya lebih sesuai untuk tangki tekanan (pressure vessels), baik pada suhu diatas maupun dibawah suhu kamar.

Baja struktural ditunjukkan dengan identifikasi ASTM, dan juga dengan banyak sebutan lain. Untuk tujuan perencanaan, tegangan leleh tarik adalah besaran yang digunakan oleh spesifikasi, seperti AISC, sebagai fariabel sifat bahan untuk menetapkan tegangan ijin terhadap pelbagai macam pembebanan. Istilah “tegangan leleh” dipakai sebagai kata umum untuk “titik leleh”, yaitu titik penyimpangan dari keadaan elastis sempurna yang dapat dilihat dengan jelas pada kebanyakan baja struktural; atau “kekuatan leleh”, yaitu tegangan pada regangan tetap tertentu untuk baja tanpa titik leleh yang jelas. Pada tahun 1979, mutu baja yang ada di pasaran mempunyai tegangan leleh yang berkisar antara 24 dan 100 ksi (165 dan 698 MPa).

Baja untuk pemakaian struktural yang digiling panas (hot rolled) dapat dibedakan atas baja karbon, baja paduan rendah berkekuatan tinggi dan baja paduan. Syarat-syarat umum untuk baja ini diberikan dalam spesifikasi ANSI/ASTM A6.

  1. Baja karbon

Sebutan baja karbon berlaku untuk baja yang mengandung unsur bukan besi dengan presentase maksimum sebagai berikut: (a) karbon, 1.7; (b) mangan, 1.65; (c) silikon, 0.60; dan (d) tembaga, 0.60. karbon dan mangan adalah unsur utama untuk menaikkan kekuatan besi murni. Kategori ini meliputi bahan dari besi acuan (ingot) yang tidak mengandung karbon sampai besi tuang yang mengandung karbon minimal 1.7%. baja ini dibagi atas 4 kategori: karbon rendah (kurang dari 0.15%); karbon lunak (0.15-0.29%); karbon sedang (0.30-0.59%); karbon tinggi (0.60-1.70%). Baja karbon srtuktural termasuk kategori karbon lunak; baja seperti A36 (biasa dipakai untuk gedung) mengandung karbon maksimum yang berkisar antara 0.25 dan 0.29% tergantung pada tebalnya. Baja karbon struktural ini memiliki titik leleh yang jelas. Penambahan presentase karbon menaikkan tegangan leleh tetapi mengurangi dektilitas (ductility), sehingga lebih sukar dilas pengelasan yang ekonomis dan memadai dengan tanpa pemanasan awal, pemanasan akhir, atau elektroda las khusus umumnya hanya dapat dicapai bila kandungan karbon tidak lebih dari 0.30%.

  1.  Baja Paduan Rendah Kekuatan Tinggi

Kategori ini meliputi baja yang tegangan lelehnya berkisar antara 40 dan 70 ksi (275 dan 480 MPa) dengan titik leleh yang sama seperti untuk baja karbon. Baja ini diperoleh dari baja karbon dengan menambah unsur paduan seperti chorom, columbium, tembaga, mangan, molybdenum, nikel, fosfor, vanadium atau zirconium, agar beberapa sifat mekanisnya lebih baik. Sementara baja karbon mendapatkan kekuatan dengan menaikkan kandungan karbon, unsur paduan menaikkan kekuatan dengan memperhalus mikrostruktur yang terjadi selama pendinginan baja. Baja paduan rendah kekuatan tinggi (high-strength low-alloy steel) dipakai pada kondisi penggilingan atau penormalan (tanpa perlakuan panas).

  1.  Baja paduan

Baja paduan rendah dapat didinginkan dalam air (quenched) dan dipanasi kembali (tempered) untuk memperoleh kekuatan leleh sebesar 80 sampai 110 ksi (550 sampai 760 MPa). Kekuatan leleh biasanya didefenisikan sebagai tegangan pada renggang tetap 0.25%, karena baja ini tidak menunjukkan titik leleh yang jelas. Baja ini dapat dilas dengan prosedur yang sesuai, dan biasanya tidak membutuhkan perlakuan panas (heat treatment) setelah dilas. Untuk keperluan khusus, pengurangan tegangan (stress relieving) kadang-kadang dibutuhkan. Beberapa baja karbon, seperti beberapa baja tangki tekanan, dapat didinginkan dalam air dan dipanasi kembali untuk mendapatkan kekuatan leleh sebesar 80 ksi (550 MPa), tetapi kebanyakan baja dengan kekuatan ini adalah baja paduan rendah. Baja ini umumnya mengandung akrbon maksimal sebesar 0.20% untuk membatasi kekerasan mikrostruktur kasar (martensit) yang dapat terbentuk selama perlakuan panas atau pengelasan, sehingga bahaya retak diperkecil.

Pencelupan menghasilkan martensit, yaitu mikrostruktur yang sangat keras, kuat dan getas; pemanasan kembali mengurangi sedikit kekuatan dan kekerasan tapi menaikkan keliatan dan daktilitas.

  1.      KELIATAN DAN KEKENYALAN

Keliatan (toughness) dan kekenyalan (resilience) merupakan ukuran kemampuan logam untuk menyerap energi mekanis. Kekenyalan berhubungan dengan penyerapan energi elastis suatu bahan. Kekenyalan (kadang-kadang disebut ‘modulus kekenyalan’) adalah jumlah energi elastis yang dapat diserap oleh satu satuan volume bahan yang dibebani tarikan; besarnya sama dengan luas bidang di bawah diagram tegangan renggangan sampai tegangan lelah.

Keliatan berhubungan dengan energi total, baik elastik maupun inelastik, yang dapat diserap oleh satu satuan volume bahan sebelum patah. Untuk tarikan uniaksial, keliatan sama dengan luas bidang dibawah tegangan renggangan tarik sampai titik patah. Luas in kadang-kadang disebut ‘modulus keliatan’.

  1.      KEKUATAN LELEH UNTUK KEADAAN TAGANGAN MULTIAKSIAL

Sifat bahan struktur akan sama dengan sifat benda uji tarik hanya bila batang pemikul beban mengalami tegangan tarik uniaksial. Leleh pada struktur umumnya merupakan kelakuan yang tidak dapat didefinisikan dengan jelas seperti yang diamati pada uji tarik.

  1.      KELAKUAN PADA SUHU TINGGI

Perencanaan struktur yang hanya berada pada suhu atmosfer jarang meninjau kelakuan pada suhu tinggi. Modulus elastisitas, kekuatan leleh dan kekuatan tarik akan menurun bila suhu naik. Pada suhu antara 300-7000F, baja dengan presentase tinggi menunjukkan ‘pelapukan renggangan’ (strain aging).

Pengaruh suhu tinggi yang lain adalah: (a) memperbaiki daya tahan kejut takik sampai kira-kira 150-2000F; (b) menaikkan kegetasan akibat perubahan metalurgis, seperti pengendapan senyawa karbon yang mulai terjadi pada suhu 9500F; dan (c) menaikkan sifat tahan karat baja struktural bila suhu mendekati 10000F. baja umumnya dipakai pada keadaan suhu dibawah 10000F, dan beberapa baja yang diberi perlakuan panas harus dijaga agar sushunya dibawah 8000F.

  1.      KERJA DINGIN DAN PENGERASAN REGANGAN

Proses pembebanan diatas daerah elastis yang mengubah besarnya daktilitas yang tersedia (bila dilakukan pada suhu kamar) disebut kerja dingin (cold work). Karena struktur yang sesungguhnya tidak mengalami tekanan- tarikan uniaksial, pengaruh kerja dingin jauh lebih rumit.

Bila profil struktural dibentuk dari plat dalam keadaan dingin dan pada suhu atmosfir, daerah dekat bengkokan (bend) akan mengalami deformasi anelastis. Pengerjaan dingin pada daerah pengerasan regangan di tempat bengkokan kenaikan kekuatan leleh yang boleh diperhitungkan sesuai dengan spesifikasi perencanaan[1].

  1.      PATAH GETAS

Baja yang biasanya daktil dapat menjadi getas akibat berbagai kondisi. Perencanaan harus memahami penyebabnya agar patah getas dapat dihindari

Patah getas didefinisikan sebagai “jenis keruntuhan berbahaya yang terjadi tanpa deformasi plastis lebih dahulu dan dalam waktu yang sangat singkat”. Kelakuan patah dipengaruhi oleh suhu, laju pembebanan, tingkat tegangan, ukuran cacat, tebal atau pembatas plat, geometri sambungan, dan mutu pengerjaan.[2]

Keliatan takik adalah petunjuk kecenderungan patah getas, Suhu merupakan faktor penting dalam beberapa hal:

  1.     Harga di bawah mana keliatan tarik tidak memadai
  2.    Pada suhu 600o-800o F (320o-430o C) timbul mikrosstruktur yang getas
  3.     Diatas 1000o F (540o C) pengendapan senyawa karbon dan element paduan terjadi sehingga mikrostrukturnya lebih getas.
  1.      SOBEKAN LAMELA

Sobekan lamela (lamela tearing) merupakan salah satu bentuk patah getas. Dalam kasus ini, bahan dasar pada sambungan las yang sangat dikekang (restrained) pecah (sobek) akibat regangan “sepanjang ketebalan” yang ditimbulkan karena penyusutan logam las. Bila las dilakukan paa sambungan yang sangat dikekang, regangan setempat akibat penyusutan logam las dapat  beberapa kali leih besar dari regangan titik leleh. Karena tegangan akibat beben kerja jauh  di bawah tegangan leleh, regangan akibat beban kerja tidak menyebabkan atau menyebarnya tegangan lamela.

Akibat operasi penggiling panas dalam pembuatan profil, penampang baja mempunyai sifat yamg berlaianan dalam arah sejajar penggilingan, arah transversal dan arah ketebalan. Dalam daerah elastis baik arah penggilingan maupun transversal menunjukan kelakuan serupa dengan batas elastis untuk arah transvrsal berada sedikit dibawah batas untuk arah penggilingan. Namun, daktilitas (kapasitas regangan) dalam arah “ketebalan” dapat jauh dibawah daktilitas untuk arah penggilingan.[3]

  1.      KEKUATAN LELAH

Pembebanan dan penghilangan beban berulang – ulang walaupun tidak melampaui titik leleh dapat mengakibatkan reruntuhan, fenomena ini disebut kelelahan (fatigue). Kelelahan dapat terjadi walaupun semua kondisinya ideal, yaitu keliatan takiknya baik. Tidak ada konsentrasi tegangan akibat lubang atau takik, kondisi teganganya uniaksial mikrostrukturnya  daktil, dll. Kondisi yang mempengaruhi daktilitas dan kondisi tegangan multiaksial sangat menurangi kekuatan lelah.

  1.      BAJA LAPUK DAN TAHAN KARAT

Sejak pemakaian baja pertama, salah satu kelemahan utama ialah dibutuhkanya pengecatan untuk mencegah kerusakan logam akibat karat (korosi). Baja karbon yang kekuatanya rendah tidak mahal tetapi sangat mudah berkarat. Sifat tahan karat  dapat ditingkatkan dengan menambahkan tembaga sebagai unsur paduan. Namuan, baja karbon yang mengandung tembaga terlalu mahal untuk pemakain umum.

Baja paduan rendah kekuatan tinggi memiliki sifat tahan karat yang beberapa kali lebih besar dari baja karbon struktural, baik dengan atau tanpa penambahan tembaga . permukaan baja paduan rendah kekuatan tinggi tidak sekasar baja karbon, dan karat yang terbentuk menjadi lapisan pelindung yang menjegah korosi lebih lanjut. Dengan element paduan tertentu  baja paduan rendah kekuatan tinggi  akan memberikan lapisan oksida  pelindung yang tampaknya menarik dan dapat di deskripsikan “lapisan ini adalah karat yang sangat padat- warnanya adalah gabungan dari coklat, merah, dan ungu tua….. Tekstur dan warnanya tidak dapat ditiru-karakter yang hanya didapat diperoleh dari alam, seperti pada batu, marmer, dan granit.”[4] Bila baja tidak perlu dicat dan dibiarkan terbuka, baja ini disebut baja

BAJA

Baja adalah logam paduan, logam besi sebagai unsur dasar dengan karbon sebagai unsur paduan utamanya. Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi. Unsur paduan lain yang biasa ditambahkan selain karbon adalah (titanium), krom (chromium), nikel, vanadium, cobalt dan tungsten (wolfram). Dengan memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya, berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness) dan kekuatan tariknya (tensile strength), namun di sisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility).

Kelebihan Baja

 

  • Kuat tarik tinggi.
  • Tidak dimakan rayap
  • Hampir tidak memiliki perbedaan nilai muai dan susut
  • Bisa di daur ulang
  • Dibanding Stainless Steel lebih murah
  • Dibanding beton lebih lentur dan lebih ringan
  • Dibanding alumunium lebih kuat

BETON

Dalam konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunankomposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air.Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Sebenarnya, beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi semen berhidrasi, mengelem komponen lainnya bersama dan akhirnya membentuk material seperti-batu.

Beton dapat dihasilkan melalui pencampuran agregat kasar dan agregat halus dengan sedikit menambahkan perekat (pasta semen).

Kelebihan Beton : Harganya relatif murah (pasir, kerikil, semen, air),Berkekuatan tekan tinggi, Tahan aus, Tahan kebakaran, Tahan cuaca,Tidak berkarat, Hampir tidak memerlukan perawatan khusus selama pemakaian

Kekurangan Beton : Kuat tarik beton sangat kecil bila dibandingkan kuat tekannya, Getas, Sulit diperoleh beton yang kedap air

KAYU

Struktur kayu merupakan suatu struktur yang elemen susunannya adalah kayu. Dalam perkembangannya, struktur kayu banyak digunakan sebagai alternatif dalam perencanaan pekerjaan-pekerjaan sipil, diantaranya adalah : rangka kuda-kuda, rangka dan gelagar jembatan, struktur perancah, kolom, dan balok lantai bangunan.

Pada dasarnya kayu merupakan bahan alam yang banyak memiliki kelemahan struktural, sehingga pengunaan kayu sebagai bahan struktur perlu memperhatikan sifatsifat tersebut. Oleh sebab itu, maka struktur kayu kurang populer dibandingkan dengan beton dan baja. Akibatnya saat ini terdapat kecenderungan beralihnya peran kayu dari bahan struktur menjadi bahan pemerindah (dekoratif).

Namun demikian pada kondisi tertentu (misalnya: pada daerah tertentu, dimana secara ekonomis kayu lebih menguntungkan dari pada penggunaan bahan yang lain) peranan kayu sebagai bahan struktur masih digunakan.

Kekurangan Kayu :

1 .Adanya sifat-sifat kayu yang kurang homogen (ketidak seragaman), cacat kayu (mata kayu, retak, dll.).

2 .Beberapa jenis kayu kurang awet.

3 .Kekuatannya sangat dipengaruhi oleh jenis kayu, mutu, kelembaban dan pengaruh waktu pembebanan.

  1. Keterbatasan ukuran khususnya untuk memenuhi kebutuhan struktur bangunan yang makin beskala  .

5 .Untuk beberapa jenis kayu tertentu harganya relatif mahal dan ketersediaan terbatas (langka).

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai